Sabtu, 16 Desember 2023

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO MENJADI BIOCHART YANG BERMANFAAT UNTUK LINGKUNGAN

PENDAHULUAN

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang

memiliki nilai ekonomis dan peluang yang cukup besar. Hal tersebut dapat dilihat

dari permintaan rata-rata pasar yang semakin meningkat yaitu sebesar 1.500.000

ton per tahun. Menurut Arman (2010) peluang produksi kakao akan semakin

terbuka luas seiring dengan beragamnya inovasi dari kakao. Keberagaman inovasi

kakao akan semakin berkembang ketika ilmu pengetahuan juga semakin

berkembang.

Berdasarkan data statistik perkebunan dari Dinas Perkebunan Lampung tahun

2020, perkebunan kakao sebagian besar dijalankan oleh pekebun rakyat dengan

luas total 78.711 ha dan hasil produksi 57.507 ton. Tanggamus merupakan salah

satu sentra penghasil kakao terbesar di Lampung setelah Kabupaten Pesawaran.

Luas areal perkebunan kakao di Tanggamus sebesar 13.677 ha dengan kapasitas

produksi 6.711 ton per tahun

Limbah kulit kakao yang dihasilkan dari perkebunan selama ini kurang

dimanfaatkan karena hanya digunakan sebagai bahan pakan ternak, biogas dan

pupuk organik. Salah satu cara pemanfaatan limbah kulit kakao yang jarang

diketahui yaitu dengan memanfaatkan biochart dari pembakaran kulit kakao

menjadi pembenah tanah. potensi bahan baku biochart tergolong melimpah yaitu

limbah pertanian yang sulit terdekomposisi atau dengan rasio C/N yang tinggi (

Mashuni dkk., 2017).

Biochart lebih tahan terhadap dekomposisi dan cenderung stabil dalam tanah

sehingga memiliki pengaruh jangka panjang terhadap perbaikan kualitas

kesuburan suatu tanah. Menurut Shalsabila dkk., (2017) menyatakan bahwa

biochart merupakan substansi arang kayu yang berpori karena bahan bakunya

berasal dari makhluk hidup. Biochart sering juga disebut sebagai arang hayati.

Biochart terbentuk dari pembakaran tanpa oksigen pada suhu 250-500 C.

Tujuan dari penulisan esai ini untuk memberikan solusi terhadap permasalahan

yang timbul akibat kurangnya pemanfaatan limbah kulit kakao dan petani yang

ingin berbudidaya akan tetapi kesuburan tanahnya masih kurang. Selain itu, dapat

meminimalisir penyakit yang ditimbulkan oleh tumpukan limbah pertanian

sehingga terhindar dari pencemaran lingkungan.


PEMBAHASAN

Tahapan analisis yang dilakukan dimulai dari identifikasi permasalahan yang

terdapat di bidang pertanian yaitu banyaknya limbah dari kulit kakao yang kurang

dalam pemanfaatannya sehingga dapat mencemari lingkungan. Karena limbah

yang tidak dimanfatkan dapat menjadi sarang penyakit. Lahan pertanian yang

sering digunakan tanpa adanya pembenahan tanah dapat menurunkan hasil

produksi tanaman.

Biochart diberikan pada tanah yang sering digunakan sebagai tempat budidaya

untuk mengembalikan kesuburan pada tanah. Menurut Inrayatie dan Utomo

(2016) mengatakan bahwa setelah 4 bulan pemberian biochart mampu

meningkatkan kadar pH pada tanah, C, N, P, K dan KTK dibandingkan control

atau tanpa pupuk. Sehingga daapat dikatakan bahwa biochart dapat memperbaiki

sifat kimia tanah.

Pemberian Biochar dan kompos kulit kakao setelah 4 bulan ternyata mampu

memperbaiki sifat fisik yang ada pada tanah seperti menurunkan berat isi dan

meningkatkan porositas dan air tersedia dibandingkan dengan perlakuan control

(tanpa pupuk). Aplikasi biochar pada tanah dibandingkan control (tanpa pupuk)

dapat menurunkan berat isi (21,09%), meningkatkan porositas (20, 62%) dan air

tersedia (15,79%). Hal ini diduga berhubungan dengan adanya peran biochar dan

kompos. Menurut Chan dkk., (2007) ada indikasi bahwa biochar akan mengubah

sifat fisik tanah dan memiliki banyak manfaat yang sama dengan amandemen

organic lainnya. Biochar mempunyai permukaan spesifik, yang umumnya lebih

tinggi dari pasir dan sebanding dengan atau lebih tinggi dari tanah liat, sehingga

akan menyebabkan kenaikan bersih total permukaan tanah khusus ketika

ditambahkan sebagai amandemen. Luas permukaan dari partikel tanah merupakan

karakteristik tanah yang sangat penting karena mempengaruhi kesuburan,

termasuk air, udara, siklus nutrisi dan aktivitas mikroba. Biochar dapat

memperbaiki struktur tanah atau aerasi tanah di tanah bertekstur halus.

Dampak dari pemberian biochart ini dapat dilihat dari aspek lingkungan,

bahwasannya teknologi dapat mengubah limbah menjadi produk yang ramah

lingkungan, dapat menurunkan CO2 di atmosfer, dan dapat diubah sebagai bahan

bakar dan produk kimia. Manfaat biochart yang berhubungan dengan lingkungan

adalah memberikan peluang besar terhadap perubah dari revolusi hijau kepada

agroteknologi yang berkelanjutan (Iskandar dan Fitri, 2018).


KESIMPULAN

Biochar memiliki banyak manfaat di bidang pertanaian maupun lingkungan.

Manfaat dibidang pertanaian adalah memperbaiki struktur tanah, mengembalikan

kesuburan tanah, memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah yang rusak akibat terlalu

sering digunakan tanpa dibenahi. Sedangkan manfaat dilingkungan adalah dapat

memberikan peluang besar dalam revolusi hijau dan pertanian berkelanjutan serta

mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah dari hasil

pertanian.


Sub Tema : Lingkungan

Disusun Oleh:

1. Febi Tri Wulandari 

2. Isnaini


---

Salam Peneliti Muda!

Untuk hasil karya yang lebih lengkap dapat menghubungi:

Instagram: @ukmpenelitianunila

Email: ukmpenelitianunila@gmail.com / ukmpunila@gmail.com

Youtube: UKM Penelitian Unila

Tiktok: ukmpunila

0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer