Sabtu, 16 Desember 2023

CliteHASF (Clitoria ternatea Halochromic Smart Films) Kemasan Berbasis Sensor Perubahan pH: Inovasi dalam Teknologi Industri Pangan.

PENDAHULUAN

Dunia saat ini sedang menghadapi masalah yang saling terkait mengenai pertanian,

lingkungan, masyarakat dan sumber daya seiring dengan meningkatnya populasi

manusia di dunia dan perubahan iklim. Penyediaan makanan bagi penduduk dunia akan

menjadi perhatian paling utama bagi setiap negara karena pertumbuhan populasi

manusia dunia yang terus meningkat secara eksponensial. Pada dasarnya isu ini saling

berkaitan satu sama lain antara pertanian, lingkungan, masyarakat dan sumber daya

yang harus diselesaikan secara bersamaan berdasar pada konsep dan metodologi secara

umum. Dengan kata lain, harus ditemukan konsep dan metode yang secara efektif dapat

menghasilkan makanan berkualitas tinggi, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan

sosial dan kualitas hidup dengan konsumsi sumber daya dan emisi polutan lingkungan

yang minimum (Kozai, 2013). Satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan

keamanan pangan adalah kemasan makanan. Tujuan pengemasan makanan adalah

menutup dan melindungi bahan makanan dari kondisi lingkungan eksternal, misalnya

panas, cahaya, air, udara dan mikroorganisme.


Mengubah preferensi konsumen mengenai keamanan pangan dan menciptakan inovasi

teknologi pada kemasan makanan, salah satunya adalah kemasan cerdas (Biji et al.,

2015). Sistem pengemasan cerdas adalah teknologi yang memungkinkan kita untuk

memberikan informasi real-time tentang kondisi produk makanan kepada konsumen

(Choi et al. 2017). Ini dapat mengembangkan menjadi indikator pH, yang sensitif

terhadap fluktuasi pH. Salah satu faktor mendasar yang mengidentifikasi produk

makanan rusak adalah perubahan pH (Silva-Pereira et al. 2015). Perubahan pH dalam

produk yang terkemas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas

mikroorganisme, autolisis enzimatik, hidrolisis protein, dan oksidasi asam lemak.

Reaksi-reaksi ini menghasilkan senyawa-senyawa volatil dalam kemasan yang dapat

terdeteksi oleh senyawa antosianin pada indikator film (Šojić et al. 2014; Tavares et al.

2021). Indikator film yang peka terhadap perubahan pH berfungsi sebagai pemantau

kualitas produk yang dikemas dengan cara membaca atau mencatat perubahan pH

dalam kemasan. Umumnya, indikator film yang sensitif terhadap perubahan pH terdiri

dari dua bahan utama, yaitu polimer atau padatan indikator dan ekstrak pigmen yang

responsif terhadap perubahan pH (Park et al., 2015). Salah satu senyawa yang peka

terhadap perubahan pH adalah antosianin. Bunga telang merupakan salah satu bahan

dari alam yang memiliki kandungan antosianin tinggi (Purniati dkk., 2020). Oleh

karena itu dibuat sebuah inovasi untuk kemasan pangan dengan bunga telang sebagai

sumber antosianin dalam teknologi halochromic smart films yang disebut CliteHASF

(Clitoria ternatea Halochromic Smart Films).


Penulisan tentang kemasan halochromic smart film yang peka terhadap perubahan pH

ini memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk mengetahui peran antosianin dari

bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap fungsi halochromic smart films dan

mengetahui cara pembuatan kemasan halochromic yang peka terhadap perubahan ph.

Dengan demikian, penulisan ini memberikan informasi tambahan kepada orang yang

membacanya dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khusunya dalam

industri pangan.


ISI

Halochromic smart films adalah bahan kemasan yang memiliki sifat berubah warna

(halochromic) sebagai respons terhadap perubahan kondisi pada lingkungan sekitarnya

(Rahmadhia et al., 2023). Prinsip kerjanya adalah kandungan senyawa tertentu pada

film ini mampu memberikan respon tertentu terhadap perubahan yang terjadi pada

lingkungan sekitarnya. Keuntungan utama yang diperoleh dari penggunaan

halochromic smart film adalah deteksi yang cepat atau peka terhadap perubahan

dengan memberikan indikasi visual sebagai tanda kerusakan pangan, membantu dalam

pemantauan keasaman atau kebasaan produk dan penggunaan yang luas di bidang

industri pangan, industri farmasi hingga kedokteran. Kemampuan mendeteksi

perubahan yang terjadi pada suatu produk dapat diperoleh dengan menambahkan

senyawa indikator sebagai bahan pembuatan halochromic smart film. Antosianin

merupakan salah satu senyawa bioaktif yang terkandung dalam bunga telang dan

memiliki potensi untuk dijadikan indikator asam-basa (Purniawati dkk., 2020).


CliteHASF (Clitoria ternatea Halochromic Smart Films) merupakan sebuah inovasi

pada kemasan produk pangan berupa indikator interaktif dengan kandungan antosianin

dari bunga telang sebagai sensor terhadap perubahan pH. CliteHASF mengandung

senyawa antosianin yang mengalami perubahan warna sebagai indikator adanya

perubahan pH pada produk yang dikemas. Antosianin berperilaku sebagai indikator

asam-basa alami. Saat larutan menjadi lebih asam karena gugus metoksi dominan (pH

rendah), antosianin berubah menjadi merah atau merah muda atau flavylium.

Sedangkan ketika larutan menjadi lebih basa karena gugus hidroksi dominan (pH

tinggi), antosianin akan berubah menjadi biru atau ungu atau anhydrase (Rahmadhia et

al., 2022). Reaksi films terhadap perubahan lingkungan dapat berbeda beda tergantung

pada pH yang berubah. Berdasarkan penelitian Lee dkk. (2019), perubahan respon

warna pada indikator film menunjukkan perubahan yang signifikan akibat perubahan

pH dalam fillet ikan Gindara yang disimpan pada suhu 25°C selama 48 jam. Senyawa

antosianin, sebagai pigmen warna alami yang peka terhadap perubahan pH,

menyebabkan perubahan warna dari merah menjadi biru. Perubahan warna ini dipicu

oleh transformasi struktural antosianin saat mereka berinteraksi dengan senyawa amina

volatil yang terbentuk selama pembusukan ikan (Sohany dkk. 2021). Selain itu,

perubahan respon warna pada indikator film juga terjadi ketika film tersebut

diaplikasikan pada sampel susu sapi segar dan sosis ayam yang disimpan pada suhu

25°C selama 48 jam. Dalam kasus ini, perubahan warna terjadi dari merah menjadi

merah tua sebagai akibat penurunan pH. Penurunan pH disebabkan oleh terbentuknya

senyawa volatil akibat oksidasi lemak, yang pada gilirannya menghasilkan asam

tiobarbiturat dan aroma tengik. Perubahan ini juga mempengaruhi warna sampel,

mengubahnya dari merah menjadi merah tua.


Pemanfaatan senyawa antosianin dari bunga telang memerlukan proses ekstraksi untuk

memisahkan senyawa antosianin dari senyawa lain pada bunga telang. Menurut

(Purwaniati dkk., 2020), proses ekstraksi antosianin pada bunga telang dilakukan

dengan mempersiapkan bunga telang yang segar atau kering kemudian menghancurkan

dan mencampurnya dengan pelarut etanol atau metanol kemudian mengekstraksi

dengan meletakkannya pada wadah tertutup dan gelap hingga mengendap kemudian

disaring menggunakan filter kertas untuk menghilangkan residu bunga. Kemudian

memisahkan antosianin dari pelarut dengan alat penyulingan untuk menghasilkan

antosianin murni. Pembuatan CliteHASF sendiri pada dasarnya merupakan

penggabungan senyawa antosianin murni dalam halochromic smart films yang

melibatkan teknologi canggih. Langkah langkah pembuatan yang dilakukan mengacu

pada penelitian Rahmadhia et al., (2023), yaitu mula mula mempersiapkan bahan yang

dibutuhkan untuk dicampurkan dengan bahan dasar senyawa antosianin murni lalu

diterapkan pada substrat yang sesuai seperti kaca atau plastik. Film dibiarkan

mengering sehingga senyawa antosianin terikat kuat pada substrat. Setelah itu perlu

dilakukan berbagai uji seperti penyesuaian responsif yang melibatkan perlakuan panas,

penambahan senyawa pendukung atau modifikasi dan uji kinerja yang meliputi uji

warna, waktu respons dan stabilitas serta uji penggunaan untuk mengetahui kinerja

kemasan dalam jangka panjang. Dengan penggabungan ini, perubahan pH dari suatu

produk dapat dilihat secara visual melalui sensor film pada kemasan. 

Kemasan halochromic smart film biasanya sering digunakan dalam label kemasan

yang mampu berubah warna berdasarkan kondisi lingkungan atau waktu pengemasan

bahan pangan. Teknologi kemasan halochromic yang peka terhadap perubahan pH

memiliki manfaat yang signifikan dalam industri pangan terutama dalam mengawasi

dan memastikan kualitas produk. Beberapa manfaat yang dimiliki yaitu digunakan

sebagai indikator kualitas produk, alasannya karena kemasan ini menggunakan label

yang akan berubah warna jika mengalami perubahan pH, sehingga dapat diketahui

bahwa makanan tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Teknologi kemasan

halochromic juga dapat dimanfaatkan sebagai indikator pendeteksi pertumbuhan

mikroorganisme pada produk pangan, karena dengan adanya penurunan pH telah

menunjukkan bahwa adanya mikroba patogen dalam produk tersebut. Manfaat

selanjutnya yaitu teknologi halochromic dapat digunakan sebagai pemantau terjadinya

penurunan pH pada proses fermentasi makanan. Halochromic yang peka terhadap pH.

juga digunakan sebagai alat bantu untuk memeriksa dan menguji kualitas bahan baku

yang digunakan dalam pembuatan makanan (Rahmadhia et al.,2022).


Analisis SWOT dari penggunaan kemasan halochromic smart film yang peka terhadap

perubahan pH antara lain untuk kelebihannya (strength) yaitu mampu memberikan

pemantauan dengan cepat dan visual terhadap kerusakan bahan pangan yang sudah

tidak layak untuk dikonsumsi, membantu mengurangi pembuangan makanan karena

telah mendeteksi makanan yang sudah kadaluarsa, memberikan peringatan terhadap

perubahan pH yang dapat menjaga kualitas dan kesegaran produk. Kekurangan

(weaknesses) yaitu memiliki biaya produksi yang mahal di awal pembuatan produk dan

kemungkinan memiliki keterbatasan dalam aplikasi, terutama dalam produk pangan

yang tidak mengalami perubahan pH yang signifikan. Peluang (opportunities) yaitu

meningkatkan kesadaran masyarakat akan keamanan dan keselamatan dalam

mengkonsumsi produk makanan, memiliki keberlanjutan dapat menciptakan peluang

pasar yang signifikan untuk kemasan pH sensitif, produk kemasan yang memiliki

kemampuan dalam mendeteksi pH dapat menjadi lebih menarik bagi konsumen yang

peduli akan keselamatan dan keamanan produk pangan, dan kemasan halochromic

smart film ini dapat diterapkan dalam berbagai industri, termasuk industri makanan,

farmasi dan kedokteran. Ancaman (threat) yaitu terjadinya perubahan regulasi terkait

bahan kemasan yang dapat mempengaruhi penggunaan kemasan halochromic smart

films, jika tidak dapat di daur ulang dengan baik maka akan menyebabkan pencemaran

lingkungan, dan pengembangan bahan kemasan lain yang lebih ramah lingkungan dan

efisien mungkin menjadi ancaman jika lebih disukai oleh konsumen atau industri

(Purwaniati dkk.,2020).


Implementasi teknologi halochromic yang peka terhadap perubahan pH dalam industri

pangan dapat membantu memantau dan mengontrol kualitas produk makanan.

Terdapat beberapa strategi implementasi teknologi kemasan halokromik pada industri

pangan dengan langkah awal melihat dan memahami spesifik industri pangan yang

ingin dipantau misalnya perubahan pH. Mengaplikasikan kemasan halochromic smart

film ke dalam proses produksi makanan. Menyediakan peralatan yang dapat memantau

dan untuk membaca perubahan warna atau respons halochromic yang terkait dengan

perubahan pH. Mengendalikan kualitas produk selama proses produksi sehingga jika

terjadi kesalahan perubahan pH yang tidak diinginkan atau tidak sesuai standar dapat

diatasi dengan tindakan korektif yang sesuai, supaya tidak menyebabkan bahaya pada

produk makanan (Rahmadhia et al.,2022).


PENUTUP

Kesimpulan yang diperoleh dari penulisan tentang kemasan halochromic smart film

yang peka terhadap perubahan pH yaitu telah diketahui bahwa antosianin dari bunga

telang memainkan peran penting dalam halochromic smart films sebagai indikator

alami yang sensitif terhadap perubahan pH pada produk makanan, memungkinkan

deteksi kualitas produk dengan perubahan warna visual. Pembuatan kemasan

halochromic yang peka terhadap perubahan pH melibatkan ekstraksi antosianin dari

bunga telang, aplikasi antosianin pada substrat, dan pengujian kinerja untuk

memastikan respons yang tepat terhadap perubahan pH. Hal ini memiliki potensi untuk

meningkatkan pemantauan dan pengendalian kualitas produk makanan.



Sub Tema : Teknologi dan Riset 

Disusun Oleh:

1. Az Zahra Firdaus Syachputri

2. Nadia Agustin

3. Dita Ardiana

---

Salam Peneliti Muda!

Untuk hasil karya yang lebih lengkap dapat menghubungi:

Instagram: @ukmpenelitianunila

Email: ukmpenelitianunila@gmail.com / ukmpunila@gmail.com

Youtube: UKM Penelitian Unila

Tiktok: ukmpunila

0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer