Rabu, 09 November 2022

Visualisasi Urban Heritage Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Lokal Untuk Meningkatkan Historical Empathy Siswa Kota Bandar lampung

 ABSTRAK


Penelitian ini membahas mengenai pengembangan media pembelajaran sejarah

melalui visualisasi benda-benda urban heritage di Kota Bandar Lampung untuk

meningkatkan historical empathy siswa Kota Bandar Lampung. Metode yaang

digunkana pada penelitian ini adalah metode pengembangan atau Research and

Development (R&D) dan mengunakan model Thiagarajan, terdapat 4 langkah-

langkah yaitu Define, Desigen, Develop, dan Disseminate disebut juga sebagai

model 4-D. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan angket

(kuesioner). Tenis analisis data menggunakan teknik penelitian pendahuluan

dengan analisis data kualitatif. Dalam hal menguji keefektifitasan produk,

penelitian ini melakukan metode eksperimen yang dilakukan di SMA YP UNILA.

Hasil analisis SPSS 17.0 diperoleh signifikan pada 0,000 < 0,05 hal ini menunjukan

bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas X IPS 1 sebagai kelas

eksperimen dan kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol setelah dilakukan pengujian.

Perbedaan hasil test sekala sikap rata-rata kelas experimen 46,88 dan kelas kontrol

43,80, hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran sejarah lokal visualisasi Kota

Bandar Lampung yang dilakukan pengembangan efektif dalam meningkatkan sikap

historical empathy dalam menghadapi era 4.0.

Kata Kunci: Historical Empaty, Media Pembelajaran, Urban Haritage Bandar

Lampung


I. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi dan informasi di era 4.0 yang begitu dinamis saat ini

terjadi di seluruh Dunia khususnya di Indonesia. Teknologi Informasi membantu

perkembangan seluruh bidang, yaitu ekonomi, kesehatan, sosial, dan terpusat pada

bidang pendidikan. Cakupannya dengan pendidikan, memberikan perspektif

perkembangan teknologi baiknya dapat memperluas kesempatan dalam upaya

membenahi pendidikan di Indonesia yang memiliki kualitas tertinggal cukup jauh

dengan perkembangan pendidikan yang ada di negara maju. Penggunaan teknologi

telah sangat mengubah arah pendidikan sebagai peluang untuk melaksanakan

pemerataan untuk memperluas kesempatan belajar dan menjamin mutu pendidikan

melalui penyediaan dan penggunaan teknologi dan informasi lengkap tentang

pendidikan.


Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi memberikan warna baru

terhadap dunia pendidikan. Hingga taraf yang signifikan perkembangan teknologi,

informasi, dan komunikasi merupakan pusat transformasi dalam mengeksplorasi

mutu pendidikan dan pembelajaran di Indonesia dengan beberapa cara, seperti

membawa teknologi, informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran,

sebagai perancah dan alat pendistribusian bahan ajar dengan menggunakan jaringan

internet (website) dan pendidikan life skill (Cholik, 2017).


Pada abad ke-21, perubahan tren teknologi yang cepat telah mempengaruhi semua

aspek manusia termasuk sistem pendidikan. Implikasi penggunaan teknologi

sebagai alat untuk mentransfer materi pembelajaran meningkatkan kinerja dan

pengalaman belajar dan mendukung pembelajaran konstruktivis dengan

memberikan lingkungan belajar yang otentik. Saat ini, perubahan tren teknologi

yang sangat cepat juga telah mempengaruhi pendidikan di Indonesia, seperti

pergeseran proses belajar mengajar dari model konvensional menjadi pendidikan

terbuka. Fenomena ini menyadarkan pemerintah Indonesia bahwa integrasi

teknologi dalam program pendidikan memainkan komponen kunci dalam

pertumbuhan dan kemajuan masyarakat yang berdayaguna pada persaingan global.

Terdapat konstitusi nasional Indonesia yang mengatur tentang penerapan teknologi

untuk tujuan pendidikan seperti, Peraturan Menteri PANRB No 28 2017 bab 6B

yang menjelaskan tentang ketentuan dalam pengembangan teknologi untuk

keperluan pembelajaran (Machmud, dkk, 2021).


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan memberikan kontribusi signifikan pada program Kampus Merdeka

dengan menyelenggarakan Bangkit 2021. Bangkit sebagai wujud studi independen

adalah program pemberdayaan diri berbasis teknologi digital bagi mahasiswa dalam

mengintegrasikan tantangan dunia industri. Direktur Pembelajaran dan

Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Aris Junaidi menyampaikan diperlukan persiapan

pengetahuan serta kompetensi dalam memahami berbagai tantangan dan persaingan

di pasar global. Inovasi di bidang sains dan teknologi adalah penggerak utama

kesejahteraan bangsa.


Semakin berkembangnya teknologi pendidikan maka perlu adanya inovasi dalam

media pembelajaran khussunya dalam bidang ilmu sejarah lokal. Sejarah lokal

memberikan kesadaran bahwa diperlukan fasilitas pada penyampaian nilai-nilai

budaya, yang mana menjadi terobosan utama dari rencana penanaman karakter

siswa. Cakrawala berpikir yang telah terekam hari ini menjadi bagian pengalaman

yang melekat pada proses sejarah masa lalu dari pengalaman lingkungan siswa.

Pendidikan sejarah lokal berperan penting dalam kemampuannya untuk

menjalankan fungsinya sebagai alternatif rekomendasi peristiwa sejarah yang

berdampingan dengan siswa. Penggambaran sejarah lokal berusaha fleksibel dapat

menghadapkan berbagai fenomena, yang terkait dengan sejarah keluarga, sejarah

sosial dalam wilayah lokal, peran pahlawan lokal dalam perjuangan lokal dan

nasional, budaya lokal, asal-usul kebangsaan, dan bermacam peristiwa yang terjadi

di lokalitas tingkat lokal (Kusnoto, 2017).


Pada pembelajaran sejarah memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dengan

memanfaatkan sejarah lokal. Kelebihannya adalah dapat membawa siswa pada

situasi nyata di lingkungannya, bahkan seolah-olah dapat menghapus batas antara

dunia sekolah dengan dunia nyata di sekitar sekolah. Dari perspektif psikologi

sosial dapat dikatakan memungkinkan siswa untuk secara langsung memahami dan

menghargai lingkungan masyarakatnya. Siswa muda akan dibawa ke dalam

pengalaman belajar, menggabungkan pengalaman masa lalu komunitas mereka

dengan kondisi sekarang dan masa depan (Widja, 1989).


Peroses pembelajaran, sangat penting mendukung optimalisasi materi dan aktivitas

belajar siswa di dalam lingkungan belajar sebagai perluasan media dan sumber

belajar. Ketertarikan siswa pada mata pelajaran sejarah akan muncul dari

pengembangan narasi tentang sejarah. Tujuannya agar siswa dapat mempelajari

sejarah yang berdasarkan pada situsai dunia nyata yang ada pada lingkungannya

agar siswa terdorong dan mampu menafsirkan langsung sumber pengetahuan yang

dimiliki dengan evaluasi nya dalam kehidupan sehari-hari, hal ini diharapkan dapat

meningkatkan hasil belajar serta dapat memahami dengan baik tentang nilai-nilai

keteladanan yang telah dicontohkan oleh generasi pendahulunya (Sudjana dan

Rivai, 2011).


Pentingnya sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah tidak sejalan dengan

kenyataan yang ada, pembelajaran sejarah seringkali menghadapi perubahan

kurikulum yang mengubah esensi dari buku teks yang selalu dikaji dalam

pembelajaran sejarah. Selain itu, sistem pembelajaran yang tidak di inovasi oleh

pendidik akan memberikan citra bahwa pembelajaran sejarah selalu membosankan.

Karena dalam pembelajaran sejarah otoritas kegiatan adalah menghafal peristiwa

sejarah yang pernah terjadi, sehingga pembelajaran sejarah menjadi fokus dari tiga

aspek yaitu edukatif, inspiratif, dan rekreatif. Belajar sejarah merupakan perhatian

yang diambil dalam upaya membentukan karakter dan peradaban generasi bangsa.

Pada materi sejarah gambaran nilai-nilai bangsa yang dibangun pada masa lalu,

dipertahankan dan disesuaikan untuk kehidupan masa kini, serta dikembangkan

lebih lanjut untuk kehidupan masa depan. Terdapat penyangkalan yang dialami

terus menerus dalam pembelajaran sejarah saat ini antara lain lemahnya dasar teori,

minimnya imajinasi, tumpuan terhadap buku teks dan kurikulum yang oriented,

serta keharusan untuk tidak peduli mengenai fenomena globalisasi untuk mencapai

tujuan pembelajaran sejarah yang baik. Penggunaan metode pembelajaran harus

mampu menciptakan historical memory dan didukung oleh emotional memory

(Umamah, 2017).


Pembelajaran sejarah dapat dilaksanakan dengan menggunakan sejarah lokal yaitu

dengan memanfaatkan cagar budaya. Cagar budaya mengarah ke sumber belajar

sejarah untuk ide-ide yang lebih kontekstual, menarik, dan lebih mudah dipahami

oleh siswa. Cagar budaya menyatukan penggambaran yang lebih nyata kepada

siswa sehingga di dalam pandangan mereka dapat memodifikasi peristiwa sejarah

secara lebih nyata, tidak hanya pengetahuan peristiwa sejarah secara abstrak.

Wawasan budaya dapat menyadarkan betapa pentingnya mempelajari kronologis

sejarah bangsa dari sisi kemegahan budaya. Cagar Budaya yang merupakan proses

karya masa lampau tidak hanya penting sebagai dari sudut pandang visualisasi,

melainkan untuk membahas nilai-nilai warisan didalamnya untuk konsolidasi

hingga rekonstruksi dan pelestarian situs di era sekarang sehingga penguatan sisi

pengakuan bisa dirasakan baik secara lokal, nasional dan global. Melalui konsep

urban heritage, diharapkan bahwa peserta didik dapat mendapat wawasan yang

lebih luas mengenai pembelajaran sejarah secara kristis dan analistis (Acep, 2019).

Pada kenyataannya di daerah Lampung sendiri, banyak peningalan sejarah yang

terbengkalai dan tidak mendapatkan perhatian baik oleh masyarakat maupun

pemerintah sehingga mengalaimi kerusakan (Hidayat, 2019). Salah satunya yang

rumah Rumah Deswati yang memiliki peran besar dalam sejarah berdirinya

Provinsi Lampung, tetapi bangunan tersebut kini tak terawat dan beberapa bagian

telah mengalami kerusakan. Kawasan Teluk Betung, Bandar Lampung memiliki

banyak bangunan sejarah yang tidak terawat sehingga menjadi sasaran tangan jahil

atau vandalisme. Bahkan beberapa bangunan juga sudah tampak usang dengan cat

yang terkelupas (Network, 2021). Secara tidak langsung, kondisi tersebut

merupakan peringatan bagi kota sebab dapat mempercepat penurunan mutu

fungsional, visual, serta lingkungan (Octadynata, dkk, 2020).


Perlu adanya bentuk upaya pelestarian terhadap urban heritage untuk melindungi

peninggalan budaya yang dimiliki oleh suatu kota. Pembelajaran sejarah juga tidak

mampu membangun karakter dan nilai-nilai keadaban di kancah individu

(Murti,2013). Pernyataan tersebut perlu dicermati supaya pembelajaran sejarah

lebih berhasil dalam menciptakan perilaku peserta didik yang logis dan realistis

melalui perubahan pemahaman persepsi dan sikap terhadap sejarah (Pramono,

2012). Untuk itu harus ditimbulkan sebuah kepedulian akan peninggalan sejarah


terhadap lembaga pendididkan untuk menanamkan historical empathy ditengah

kemajuan perkembangan Kota Bandar Lampung. Dengan tumbuhnya historical

empathy mendorong individu dalam memahami dan merasakan, peka, peduli

terhadap bangunan yang mengandung nilai-nilai sejarah (Perrotta, 2016).

Sejarah lokal dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sejarah dalam

membetuk karater siswa, dimana materi sejarah lokal dapat di kombinasikan

dengan materi sejarah Indonesia. Akan tetapi sampai sekarang pembelajarannya

masih belum maksimal yang disebabkan minimnya bahan ajar yang menjadi

sumber belajar, dan juga kurangnya penggunaan media pembelajaran seperti film

dokumentasi mengenai materi-materi yang diberikan. Untuk itu, dibutuhkan usaha

pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran yang sinkron dengan keadaan

lingkungan sosial serta budaya siswa (Abidin, 2021).


Penelitian ini akan mengembakan media pembelajaran visualisasi melalui benda-

benda urban heritage yang dapat memberikan gambaran bagi peserta didik

mengenai peninggalan suatu situs bangunan bersejarah khususnya di Provinsi

Lampung. Dengan melihat visualisasi benda-benda urban heritage maka peserta

didik dapat melihat peninggalan bersejarah tanpa mendatangi situs tersebut, serta

dapat menunjang pemahaman materi. Media visualisasi menampilkan objek secara

konkret sehingga menumbuhkan kesadaran sejarah peserta didik akan pentingnya

mempelajari sejarah. Bagi pendidik sendiri, media visualisasi melalui benda urban

heritage dapat membantu terhadap penjelasan materi terkait peninggalan sejarah,

maka pemanfaatan media visual dapat memberikan dampak postif baik bagi

pendidik maupun peserta didik (Juniardi, 2015). Hal tersebut sesuai dengan

pernyataan Salamah bahwa media berbasis visual mempunyai peran yang sangat

vital terhadap proses pembelajaran. Media visual berfungsi untuk mempermudah

pemahaman, menambah ingatan peserta didik, menunmbuhkan minat peserta didik,

serta dapat memberikan hubungan antar materi pembelajatan dengan dunia nyata

(Salamah, 2017).


Penelitian ini mengkaji mengenai visualisasi media pembelajaran dalam sejarah

lokal dan peran sejarah lokal terhadap penguatan karakter siswa. Hal ini berbeda

dengan penelitian ini yang mengembangkan media visualisasi melalui bangunan

urban heritage Kota Bandar Lampung agar siswa dapat melihat dan memahami

benda urban heritage Kota Bandar Lampung dan meningkatkan kepedulian

terhadap sejarah lokal.


V. KESIMPULAN

Pembelajaran sejarah lokal dalam pembelajaran Sejarah Peminatan di sekolah

belum diterapkan secara maksimal, dengan ini diperlukan adanya pendekatan

sejarah yang berbasis kelokalitasan untuk meningkatkan kesadaran sejarah peserta

didik. Media pembelajaran berperan penting dalam berjalanya pembelajaran,

karena itulah harus dilakukan suatu pengembangan terhadap media pembelajaran

yang akan menujang terjadinya proses pembelajaran secara efektif. Berdasarkan

hasil penilian ini, hasil validasi ahli media dan experimen terhadap kelompok kecil

menunjukan media visualisasi urban heritage dinyatakan baik dan diterapkan dalam

peroses pembelajaran. Pada test efektifitas diperoleh hasil signifikan dengan 0,000

< 0,05 hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan

antara kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 2 sebagai kelas

kontrol setelah dilakukan pengujian. Adapun nilai reta-rata tes sikap pada kelas

kontrol = 43,80. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran visualisasi urban

heritage Kota Bandar Lampung dapat meningkatkan empati sejarah siswa dalam

era 4.0.


---

Salam Peneliti Muda!

Untuk hasil karya yang lebih lengkap dapat menghubungi:

Instagram: @ukmpenelitianunila

Email: ukmpenelitianunila@gmail.com / ukmpunila@gmail.com

Youtube: UKM Penelitian Unila

Tiktok: ukmpunila


0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer