Rabu, 09 November 2022

PENGEMBANGAN BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTUNS) MELALUI MEDIA SISTEM HIDROPONIK

PENDAHULUAN

Kangkung merupakan jenis sayuran yang banyak digemari masyarakat, (Sofiari,

2009). Menurut Teguh Sutanto (2015) bahwa dengan budidaya secara hidroponik

dapat dilakukan dalam ruang yang sempit, media tanam dapat diatur secara

vertikal. Pada tanaman hidroponik juga dapat memberikan kesan design interior

yang bagus dan menarik untuk digunakan sebagai hiasan di rumah. Banyak

sebagian orang tidak mengetahui tentang apa itu hidroponik, dan bagaimana cara

menanamnya. Pada sistem penanaman hidroponik, nutrisi pada pupuk hidroponik

harus mengandung unsur makro dan unsur mikro yang banyak dibutuhkan oleh

tanaman. Dalam menanam hidroponik juga ada aspek-aspek yang perlu

diperhatikan untuk menunjang tanaman hidroponik seperti air, media tanam, unsur

hara dan oksigen. Tanaman secara hidroponik ini juga sangat ramah lingkungan,

tidak menggunan pestisida yang dapat merusak tanah dan tidak menimbulkan

banyak polusi.


Kangkung yang diperbanyak secara hidroponik banyak mempunyai kelebihan,

selain lebih bersih dari teknik konvensional (menggunakan media tanah),

pemanenan kangkung dapat dipotong, dan sisa batang akan tumbuh menjadi tajuk

baru yang dapat dipanen lagi dalam waktu 10 minggu setelah panen pertama dan

hasilnya tetap tinggi. Hal ini karena suplai nutrisi yang terpenuhi, sehingga

perkembangan tajuk masih dapat maksimal. Penggunaan sistem hidroponik

dalam budidaya ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil

tanaman kangkung (Hidayati, 2017:75-76).


Tujuan penulisan kajian esay ini adalah untuk memberikan solusi terhadap

permasalahan yang timbul ketika masyarakat ingin melakukan kegiatan bercocok

tanam maupun kegiatan bertani. Permasalahan tersebut terkait lahan pertanian

yang yang akan digunakan untuk bercocok tanam. Semakin maju dan pesatnya

perkembangan zaman akan membuat semakin mahal harga lahan perhektarnya.

Selain itu timbul permasalahn di masyarakat terkait pencemaran lingkungan

akibat limbah plastik.


Harapanya dengan dibuatnya kajian esay terkait Hidroponik Tanaman Kangkung

ini, dapat memberikan solusi kepada petani maupun masyarakat agar bisa

bercocok tanam dengan cara efektif, mudah dan menjanjikan dalam hal

penghasilan dan keberhasilan dari kegiatan bercocok tanam ini.


PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kangkung memang bukanlah sayuran yang tergolong mahal, karena kangkung

memiliki pertumbuhan yang sangat cepat jadi tidak memerlukan waktu yang lama

untuk memanen kangkung. Dengan menanam kangkung secara hidroponik, itu

artinya kita sudah memperkecil peluang sayuran yang akan kita makan tercemar

oleh hama penyakit karena dengan menggunakan metode hidroponik kita telah

menghindarkan kontak antara kangkung dengan tanah yang menjadi sumber

penyakit. Dengan menanam kangkung sendiri, kita dapat menghemat sedikit

pengeluaran untuk makan sehari-harinya dan kita sudah memperkecil peluang kita

untuk beraktivitas di luar rumah.


Ada beberapa tahapan dalam menanam kangkung secara hidroponik yaitu

penyemaian benih kangkung, pemupukan, perawatan, dan pemanenan. Jika dilihat

dari tahapan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa menanam kangkung bukan

perkara yang sulit. Kita dapat menanam kangkung tanpa harus menghabiskan

banyak waktu dan uang. Kita juga mendapatkan keuntungan berupa sayuran yang

sehat dan higenis. Selain untuk keperluan sehari-hari, kita dapat memproduksi

kangkung secara besar dan menjadikannya sebagai ladang usaha. Apalagi dengan

menggunakan metode hidroponik, kita tidak membutuhkan lahan yang sangat luas

untuk menanam kangkung. Dengan menjadikan penanaman kangkung dengan

metode hidroponik sebagai ladang usaha, bukan tidak mungkin kita akan

melahirkan beberapa peluang usaha baru yang erat hubunganya dengan kangkung.

Kebermanfaatan lain pada hidroponik kangkung ini adalah kita bias

memanfaatkan sampah atau botol bekas yang akan digunakan sebagai media atau

tempat untuk hidroponik kangkung ini, sehingga dapat mengurangi tercemarnya

lingkungan sekitar dari botol plastic yang notabennya sulit terurai dalam jangka

waktu bertahun-tahun.


3.2 Saran

Melihat betapa besarnya kebermanfaatan dari metode hidroponik kangkung untuk

mengurangi pencemaran atau limbah botol platik pada lingkungan dan

pemanfaatan lahan untuk bercocok tanam menggunakan metode hidroponik.

Disarankan kepada masyarakat untuk bisa lebih mengembangkan hidroponik tidak

hanya pada tanaman atau sayur-sayuran saja melainkan pada buah-buahan. Selain

itu penggunaan pupuk dalam merawat tanaman hidroponik untuk membantu

petani dalam memproduksi dan menjual hasil pupuk kompos maupun organik.


---

Salam Peneliti Muda!

Untuk hasil karya yang lebih lengkap dapat menghubungi:

Instagram: @ukmpenelitianunila

Email: ukmpenelitianunila@gmail.com / ukmpunila@gmail.com

Youtube: UKM Penelitian Unila

Tiktok: ukmpunila


0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer