Minggu, 20 November 2022

STUNIC (STUDY, PLAN, INNOVATION, AND COLABORATION) iGENERATION DALAM MENGOPTIMALKAN SAINS DAN TEKNOLOGI UNTUK SUMBER ENERGI TERBARUKAN MENUJUINDONESIA EMAS 2045

 I. PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Di Indonesia, 72% pembangkit listrik milik PLN menggunakan

sumber energi tak terbarukan atau bahan bakar fosil. Namun, energi

tak terbarukan memiliki kekurangan. Kekurangan energi tak terbarukan

yaitu ketersediaannya di bumi yang terbatas. Diperkirakan cadangan

minyak bumi saat ini hanya dapat memasok sampai sekitar tahun 2055

(33 tahun lagi). Gas alam sekitar tahun 2085 (63 tahun lagi). Batu bara

sekitar tahun 2250.

Masalah lain yang ditimbulkan adalah dampak lingkungan yang

ditimbulkan oleh penggunaan energi fosil. Seperti kita tahu, bahwa

proses mengubah energi fosil menjadi energi yang dapat digunakan

yaitu dengan cara dibakar. Batu bara, minyak bumi dan gas alam

mengandung atom karbon yang jika dibakar akan menghasilkan karbon

dioksida. Karbon dioksida merupakan gas rumah kaca yang dapat

menyebabkan pemanasan global.

Dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global sudah kita

rasakan sekarang. Seperti meningkatnya suhu bumi sehingga

mengakibatkan kekeringan dan suhu panas ekstrem, mencairnya es di

kutub sehingga mengakibatkan meningkatnya air laut, adanya hujan

asam yang dapat merusak ekosistem, terjadi perubahan habitat dan

banyak hewan mati bahkan nyaris punah, dan masih banyak lagi

dampak pemanasan global yang terjadi akibat penggunaan energi fosil.

Munculnya beberapa dampak dari penggunaan energi tak

terbarukan membuat banyak orang tersadar bahwa diperlukannya

solusi yang mumpuni untuk mengatasinya. Solusi yang paling tepat

adalah menggunakan energi terbarukan. Energi terbarukan yang

senantiasa tersedia di bumi dan tidak merusak lingkungan.


III. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Indonesia adalah negara yang amat kaya. Indonesia memiliki sumber energi baru

terbarukan yang amat besar. Namun Indonesia memliki kekurangan dalam energi tak

terbarukan. Di samping itu, beberapa dampak dari penggunaan energi tak terbarukan

membuat banyak orang tersadar bahwa diperlukannya solusi yang mumpuni untuk

mengatasinya. Solusi yang paling tepat adalah menggunakan energi terbarukan. Energi

terbarukan yang senantiasa tersedia di bumi dan tidak merusak lingkungan.

Indonesia di tahun 2045 merupakan momentum bersejarah 100 tahun Indonesia

merdeka. Karena itulah muncul adanya ide, gagasan, visi misi Indonesia emas 2045 atau

generasi emas 2045. Igeneration sudah amat lekat dengan teknologi. Karena itulah

kita perlumengoptimalkan sains dan teknologi untuk mempersiapkan Indonesia emas

2045. Terlebih, sains dan teknologi merupakan dasar dalam menggunakan sumber

energi terbarukan. Karena itulah, jika ingin sumber daya energi baru terbarukan di

Indonesia dapat dioptimalkan dengan baik diperlukan kesiapan antara pemuda dan juga

sains teknologi. Oleh karena itu, STUNIC (Study, Plan, Innovation, and Colaboration)

adalah langkah tepat igeneration untuk mengoptimalkan sains dan teknologi dalam

energi terbarukan untuk mempersiapkan Indonesia emas 2045.


4.2 Saran

Visi Indonesia emas 2045 akan tercapai jika generasi muda Indonesia mampu

berinovasi, berwawasan sains dan teknologi, mampu mengaplikasikan sains dan

teknologi dalam kehidupan, dan memiliki sifat kritis serta berdaya saing unggul.

Generasi bangsa Indonesia harus memiliki sifat peduli dengan sesama manusia,

binatang, tumbuhan, dan lingkungan. Karena itulah, mari kita bersama-sama

mempersiapkan dengan seoptimal mungkin seluruh potensi yang ada di Indonesia untuk

terwujudnya impian Indonesia emas 2045. Saran dari penulis yaitu mari kita mencintai

alam sekitar dengan mengurangi penggunaan energi tak terbarukan dan mulai

memikirkan pemaksimalan penggunaan energi terbarukan.

SEMANGAT MEMBANGUN NEGERI MENUJU INDONESIA EMAS 2045!


---

Salam Peneliti Muda!

Untuk hasil karya yang lebih lengkap dapat menghubungi:

Instagram: @ukmpenelitianunila

Email: ukmpenelitianunila@gmail.com / ukmpunila@gmail.com

Youtube: UKM Penelitian Unila

Tiktok: ukmpunila


0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer