Senin, 21 November 2022

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOETANOL

 BAB 1

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Sumber daya alam adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang harus kita

syukuri dengan melestarikan dan melindunginya. Sumber daya alam merupakan

awal atau dasar pembangunan berkelanjutan negara untuk memberikan manfaat

bagi lingkungan dan sosial budaya masyarakat. Indonesia adalah negara yang

sangat kaya dalam hal sumber daya alam, karunia secara langsung diwujudkan

ketika Indonesia menjadi negara yang saat ini memiliki hutan hujan tropis terbesar

ketiga di dunia dan flora dan fauna yang hidup di bumi pertiwi kita. Ada begitu

banyak flora dengan berbagai manfaat, yaitu salah satunya adalah tanaman kopi.

Indonesia merupakan Negara dengan penghasil kopi terbanyak yang menempati

peringkat ke 4 setelah Brazil, Columbia, dan Vietnam. Hal ini dikarenakan

Indonesia menjadi kawasan yang cocok untuk sentra pertanian Oleh karena itu di

Indonesia terdapat tumbuhan yang beraneka ragam yang dapat dimanfaatkan

sebagai sector pertanian, salah satunya yaitu kopi (Saefulloh, 2018, hal. 2&3).

Ada berbagai jenis tanaman kopi yaitu kopi Arabika, Robusta dan Liberika

(Murad et al., 2020, hal. 29). Kopi robusta dikenal dengan kopi yang tahan (robust)

terhadap berbagai penyakit dan lingkungan yang berubah-ubah, memiliki sifat lebih

unggul di banding kopi lainnya, oleh karena itu kopi jenis robusta banyak di

budidayakan di Indonesia. Buah kopi robusta berbentuk elips dengan rata-rata

panjang buah adalah 12 mm. Buah kopi robusta dapat dipanen setelah berumur 10-

11 bulan. Ukuran biji kopi robusta sekitar 20-40% dari ukuran buahnya. Kopi

robusta sering disebut dengan biji kopi kelas dua, yang memiliki rasa asam sedikit

bahkan tidak memiliki rasa asam sama sekali (Wiyono, 2019, hal. 5).

Karena jenis kopi robusta banyak di budidayakan di indonesia sehingga

tanaman ini belum di manfaatkan secara maksimal dan perlu di berikan perhatian

lebih serius dengan cara mengolah limbah kulit kopi robusta sebagai bahan

alternatif bioetanol. Karena Tingginya konsumsi bahan bakar saat ini tidak

sebanding dengan ketersediaan sumber bahan bakar fosil yang semakin langka.

Cepat atau lambat cadangan minyak dunia akan habis. Ini karena deposit terbatas

dan tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, perlu adanya bahan alternatif yang

dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Penelitian tentang energi

terbarukan terus berkembang, termasuk sebagai salah satu program pemerintah

untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak pemanas yang ketersediaannya

terus menurun, meskipun implementasinya masih tertunda. Salah satu produk yang

layak adalah bioetanol, yang sekarang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk

memecahkan masalah energi.

Bioetanol memiliki beberapa keunggulan dibandingkan energi alternatif lainnya.

Di bawah itu, mereka memiliki kandungan oksigen yang lebih tinggi (35%)

sehingga mereka membakar lebih sempurna, memiliki angka oktan lebih tinggi

(118) dan lebih ramah lingkungan karena mengandung 1925% lebih sedikit emisi

CO. Selain itu, substrat untuk produksi bioetanol melimpah di Indonesia. Produk

ini ditujukan untuk dapat menggantikan minyak pemanas untuk kendaraan

bermotor dan mesin industri. Selanjutnya, mikroorganisme dapat terus menerus

memproduksi bioetanol.

Produksi bioetanol dilakukan di beberapa negara dengan menggunakan bahan

baku dari hasil pertanian dan perkebunan. Dalam hal ini, Indonesia memiliki

keunggulan dibandingkan negara dengan empat musim. Ketika banyak mencari

bahan baku tersebut di luar negeri, di Indonesia hal lain terjadi. Biomassa

melimpah dan murah di Indonesia, namun banyak yang terbuang. Oleh karena

itu, perlu dilakukan upaya untuk mengolah bahan baku alternatif lain dari sektor

non- pangan untuk produksi etanol. Bahan selulosa biomassa memiliki potensi

sebagai bahan baku alternatif untuk produksi etanol.


1.2. Rumusan Masalah

Adapun Rumusan Masalah dari Karya Tulis ini Adalah:

1. Mengapa Limbah Kulit Kopi sangat berpotensi untuk di manfaatkan ?

2. Apakah yang di maksud dengan Bioetanol?

3. Apa saja Proses pembuatan Bioetanol dari limbah kulit Kopi Robusta ?


1.3. Tujuan Penelitian

Adapun Tujuan dari Karya tulis ini adalah:

1. Menjelaskan manfaat limbah kulit kopi sehingga berpotensi untuk di olah

kembali

2. Menjelaskan Tentang Bioetanol

3. Memberikan informasi mengenai Tahapan tahapan pembuatan Bioetanol dari

Limbah Kulit Kopi Robusta


1.4. Manfaat Penelitian

Adapun Manfaat dari Karya tulis ini adalah :

1. Memberikan Kontribusi sebagai salah satu bentuk usaha untuk mengurangi

limbah organik seperti kulit kopi.

2. Menambah wawasan baru tentang pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai

bahan bakar alternatif Bioetanol.


BAB V

PENUTUP


5.1 Kesimpulan

1. Kopitermasuk tanaman yang menghasilkan limbah hasilsampingan yang cukup

besar dari hasil pengolahan. Limbah kulit kopi menjadi sangat berpotensi untuk

dimanfaatkan lebih lanjut karena keberadaan kopi tersebut sangat berlimpah di

Jawa Tengah.

2. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan yang

memiliki keunggulan karena mampu menurunkan emisi CO2 hingga 18%,

dibandingkan dengan emisi bahan bakar fosil seperti minyak tanah.

3. Proses Pembuatan Bioetanol dari limbah kulit kopi Robusta melalui beberapa

tahap yaitu, proses Hidrolisis,Fermentasi,dan Distilasi.

4. Lamanya waktu fermentasi berpengaruh terhadap Yield, Viskositas, Densitas

serta kadar pada Bioetanol.


5.2.Saran

1. Perlu adanya informasi lebih lanjut mengenai kekurangan Bioetanol sebagai

bahan bakar.

2. Sebaiknya harus ada pengembangkan dalam memanfaatkan komoditas

perkebunan sebagai bentuk penanggulangan terhadap limbah organik yaitu

kulit kopi.

0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer