Kamis, 02 Februari 2017

Remote Controler Ajaib ! ! !

By : Toni Chanigia

Receiver Cahaya Inframerah untuk Mengendalikan Perangkat Elektronik dengan Sembarang Remote Controle


Desain by: Sadina One Day

        PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi diberbagai bidang mempermudah kegiatan manusia dalam melakukan aktivitas. Terutama kemajuan dibidang elektronik telah ditemukan pengendali jarak jauh yang semakin memanjakan kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa peralatan elektronik rumah tangga dibuat dengan sistem pengendalian jarak jauh. Hal ini terjadi setelah ditemukanya sistem sensor, salah satunya sistem sensor cahaya inframerah. Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio.
Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga order dan memeliki panjang gelombang 700 nm – 1 mm. Inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh  Sie William Herschel, seorang astronomi kerajaan Inggris,ketika dia sedang melakukan penelitian mencari penyaring bahan optik yang digunakan untuk kecerahan gambar tata surya matahari dalam teleskop (Wikipedia, 2011).
Inframerah memilki karateristik: tidak dapat dilihat oleh manusia, tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang (tembus cahaya), dapat ditimbulkan oleh komponen yang menimbulkan panas, dan panjang gelombang inframerah memiliki hubungan berbanding terbalik dengan suhu (Burhan, 2010). Penerapan sistem sensor inframerah pada pengendalian jarak jauh pada dasarnya menggunakan inframerah sebagai media komunikasi yang menghubungkan antara dua perangkat. Dalam sistem komunikasi selalu terdiri transmitter (pengirim/pemancar) dan recever (penerima). Dalam kehidupan sehari-hari yang berfungsi sebagai pemancar inframerah adalah remote controle sedangkan yang berperan sebagai penerima perangkat elektronik seperti TV, AC, alarm, dll yang dikendalikan dengan sistem pengendali jarak jauh.

Tidak semua perangkat elektrik rumah tangga yang dibuat pabrikan menggunakan sistem pengendali jarak jauh contohnya lampu (lampu pijar maupun lampu neon), kipas angin. Dalam kehidupan sehari-hari ketika sedang beristirahat biasanya kita berada di ruang keluarga untuk menonton televisi dengan menggunakan penerangan lampu dan menghidupkan kipas angin. Ketika kita sedang tiduran beristirahat sering kali kita direpotkan untuk mematikan lampu dan atau kipas yang jauh dari jangkauan karena belum dilengkapi sistem pengendali jarak jauh.

        PRINSIP ALAT

    Receiver Cahaya Inframerah untuk Mengendalikan Perangkat Elektronik dengan Sembarang Remote Controle dapat menerima atau mendeteksi cahaya inframerah semua remote controle. Cahaya inframerah yang mengenai sensor akan memberikan tegangan low (0 Volt). Keluaran dari sensor TSOP 1738 akan mengaktifkan IC 4017 kemudian terjadi pola on/off yang akan mengantarkan arus listrik ke gerbang SCR (Silicon Controlled Rectifer) sehingga SCR menghantarkan arus listrik untuk mensuplai listrik ke perangkat elektronik sehingga perangkat elektronik bekerja atau sebaliknya.  

        PEMAKAIAN

Ketika perkembangan teknologi dibidang elektronik belum berkembang seperti saat sekarang, semua orang melakukan aktivitas pekerjaan secara manual. Untuk mengatasi masalah tersebut, ketika itu ditemukan pengendali jarak jauh yang semakin memanjakan kehidupan manusia. Beberapa peralatan elektronik rumah tangga di lengkapi dengan sistem pengendali jarak jauh. Sistem pengendalinya biasanya berupa sistem sensor, salah satunya sistem sensor cahaya inframerah.
Cahaya inframerah termasuk dalam gelombang elektromagnetik, selain gelombang–gelombang lainnya seperti: gelombang radio, gelombang mikro, cahaya/sinar tampak, sinar ultraviolet, sinar x, dan sinar gama. Sistem sensor  pada dasarnya menggunakan inframerah sebagai media komunikasi yang menghubungkan antara dua perangkat. Penerapan sistem sensor inframerah sangat bermanfaat sebagai pengendali jarak jauh, alarm keamanan, dan otomatisasi pada sistem. Adapun pemancar pada sistem ini terdiri atas sebuah LED (Lightemitting Diode) inframerah yang telah dilengkapi dengan rangkaian yang mampu membangkitkan data untuk dikirimkan melalui sinar inframerah, sedangkan pada bagian receiver (penerima) biasanya terdapat fototransistor, fotodioda, atau modulasi inframerah yang berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar.
Receiver yang digunakan oleh sensor infra merah adalah jenis fototransistor, yaitu jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima atau mendeteksi cahaya dengan gain internal yang dapat menghasilkan sinyal analog maupun digital (Arifanto Deni, 2010). Fototransistor ini akan mengubah energi cahaya menjadi arus listrik dengan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan fotodioda ,tetapi dengan waktu respon yang secara umum akan lebih lambat daripada fotodioda. Hal ini terjadi karena transistor jenis ini mempunyai kaki basis terbuka untuk menangkap sinar,dan elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian basis dan diperkuat dibagian kolektornya (Sardi, 2009).

Pada fototransistor, jika kaki basis mendapat sinar maka akan timbul tegangan pada basisnya dan akan menyebabkan transistor berada pada daerah jenuhnya (saturasi), akibatnya tegangan pada kaki kolektor akan sama dengan ground (Vout = 0 V). Sebaliknya jika kaki basis tidak mendapat sinar, tidak cukup tegangan untuk membuat transistor jenuh, akibatnya semua arus akan dilewatkan ke keluaran (Vout = Vcc ).
Dengan adanya sinar inframerah banyak berkembang kamera tembus pandang yang memanfaatkan sinar inframerah. Sinar inframerah memang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang manusia, namun sinar inframerah tersebut dapat ditangkap oleh kamera digital atau video handycam. Dengan adanya suatu teknologi yang berupa filter iR PF yang berfungi sebagai penerus cahaya inframerah, maka kemampuan kamera atau video tersebut menjadi meningkat. Teknologi ini juga telah diaplikasikan ke kamera handphone.
Kembali pada kehidupan sehari-hari disaat kita sedang beristirahat diruang keluarga terkadang kita merasa direpotkan untuk bangun dan berdiri untuk menghidupkan/mematikan lampu dan alat pendingin (kipas angin). Hali ini sangat berat sekali dilakukan disaat badan sudah lelah. Receiver cahaya inframerah untuk mengendalikan peralatan elektronik dengan sembarang remote controle dapat membantu kita mengendalikan peralatan elektronik sehingga kita dapat leluasa untuk beristirahat.
Hasil eksperimen penulis semua perangkat elektronik yang sudah terpasang receiver akan mendeteksi sinyal inframerah yang berfrekuensi 38 Khz. Karena setiap tombol remote controle memancarkan gelombang frekuensi inframerah yang berbeda, maka pengguna menekan tombol remote secara acak sampai frekuensi cahya inframerah terdeteksi. Setelah  sensor TSOP 1738 mendeteksi sinyal inframerah yang dipancarkan, maka TSOP 1738 akan mengaktifkan kerja IC 4017. Pada saat di IC 4017 inilah terjadi pola on/ off yang akan mengantarkan arus listrik ke gerbang SCR (Silicon Controlled Rectifer). Setelah sampai di SCR (Silicon Controlled Rectifer) arus listrik mensuplai listrik ke perangkat elektronik sehingga perangkat elektronik akan on/off sesuai inruksi yang tertangkap oleh sensor TSOP 1738. Ini merupakan salah satu langkah pemecahan masalah pada pengendalian peralatan elektronik.
Dalam pengembanganya receiver cahaya inframerah untuk  mengendalikan peralatan elektronik berdaya tinggi seperti jetpump, kipas angin, dll memerlukan alat tambahan yang disebut relay. Relay adalah komponen yang menggunakan prinsip kerja medan magnet untuk menggerakan saklar. Saklar ini digerakkan oleh magnet yang dihasilkan oleh kumparan didalam relay yang dialiri arus listrik. Gerakan armature menyebabkan kontak membuka atau menutup dengan konfigurasi sebagai berikut: Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu. Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu. Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain.
Dengan menggunakan alat teknik sederhana ini kita dapat mengendalikan peralatan elektronik dengan menggunakan sembarang remote controle. Sehingga kita tidak merasa direpotkan disaat sedang beristirahat atau sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

0 komentar:

Posting Komentar