Minggu, 25 September 2016

[Laporan Praktikum] Biogulma: Respon Tumbuhan terhadap Pemberian Herbisida

PENDAHULUAN


 

  1. Latar belakang


Didalam komoditas suatu tanaman selalu ada persaingan dalam penyerapan makanan yang terjadi. Persaingan tersebut terjadi antara tanaman yang dibudidayakan dengan tanaman yang tumbuh liar atau biasa di kenal dengan sebutan gulma. Adanya persaingan tersebut mengakibatkan tanaman budidaya tidak mendapat asupan unsur hara yang cukup dari tanah sehingga pertumbuhannya terganggu.

Gulma didefinisikan sebagai kelompok jenis tumbuhan yang hidupnya atau tumbuhnya tidak dikehendaki oleh manusia karena dianggap mengganggu dan bisa merugikan hasil tanaman yang dibudidayakan bersifat kuantitatif (kerugian dalam bentuk jumlah atau dapat diwujudkan dengan angka) dan bersifat kualitatif (kerugian dalam bentuk kualitas hasil pertanian yang tidak dapat diwujudkan dengan angka). Gulma juga dapat diartikan sebagai Tumbuhan Pengganggu Tanaman Budidaya. Dalam pengertian ekologis, gulma adalah perintis suksesi sekunder, dalam hal ini lahan budidaya bergulma merupakan kasus khusus. Suksesi – merupakan proses perubahan antar waktu dalam hal komposisi spesies dari suatu komunitas tumbuhan. WSSA (Weed Science Society of America): Gulma didefinisikan sebagai “tumbuhan yang bersifat kompetitif, bandel, dan merusak, dan oleh karena itu tidak dikehendaki karena mengganggu kegiatan dan kepentingan manusia”.

Gulma merupakan  tumbuhan yang berasal dari spesies liar yang telah lama menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, atau spesies baru yang telah berkembang sejak timbulnya pertanian. Setiap kali manusia berusaha mengubah salah satu atau seluruh faktor lingkungan alami, seperti pembukaan hutan, pengolahan tanah, pengairan dan sebagainya, maka selalu akan berhadapan dengan masalah baru karena tumbuhnya tumbuhan yang tidak diinginkan yang merupakan salah satu akibat dari perubahan tersebut. Sehingga semua jenis tanaman memiliki potensi yang sama untuk menjadi gulma bagi tumbuhan lain.

Gulma di klasifikasikan berdasarkan beberapa sifat, salah satunya adalah berdasarkan bentuk daun. Yaitu bentuk daun lebar dan bentuk daun sempit. Pada makalah ini akan dibahas mengenai gulma dengan daun sempit (gulma berdaun sempit).

Herbisida merupakan salah satu alternatif untuk membantu pengendalian gulma. Kemampuan tiap-tiap herbisida untuk menyerang gulma dipengaruhi oleh konsentrasi/ dosis herbisida yang diberikan, dan juga sifat gulma dalam merespon pemberian herbisida tersebut. Herbisida dapat mematikan gulma berdaun sempit belum tentu dapat mematikan gulma berdaun lebar, dan sebailknya, herbisida yang mampu mematikan gulma berdaun lebar belum tentu mampu mematikan gulma berdaun sempit.

 

  1. Tujuan


Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui respon dari tumbuhan berdaun sempit dan berdaun lebar terhadap perlakuan herbisida yang sama.

 

FFull document please downlod here

0 komentar:

Posting Komentar