Rabu, 07 Januari 2015

Laporan Praktikum Pewarisan Sifat

PEWARISAN SIFAT
(Laporan Praktikum Biologi Umum)


Oleh
SITI MEISITA
1317021075


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013



I. PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita pernah bahkan sering menemukan beberapa ekor hewan yang memiliki beberapa perbedaan dan persamaan. Tidah hanya pada hewan,tumbuhan yang dimakan oleh sebagian besar hewanpun memiliki penampakan  yang tidak sama meskipun namanya sama. Tumbuhan yang sama bisa berbunga putih,berbunga merah,berbatang tinggi dan ada yang berbatang rendah. Begitupula manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia dimuka bumi ini tidak ada yang persis sama. Cobalah kita amati orang yang ada disekeliling kita,pasti semuanya berbeda. Lantas bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa sajakah yang berperan didalamnya? Untuk menjawab pertanyaan itu marilah kita kaji lebih jauh tentang mekanisme pewarisan sifat pada makhluk hidup.

B. Tujuan Percobaan
1. Mengetahui adanya gen–gen yang dominan dan resesif dan pengaruhnya terhadap fenotip dari individu.





II. Tinjauan Pustaka


Penurunan sifat atau pewarisan sifat adalah transmisi sifat-sifat fisik atau mental dari orang tua kepada keturunannya. Ilmu pengetahuan tentang transmisi itu disebut genetika yang menggunakan metode statistik atau eksperimental. Sebagai bagian dari biologi,genetika menangani masalah-masalah keturunan dan variasi serupa yang terdapat pada hewan dan tumbuhan,pada individu dan kumpulannya (Sudiatmodjo,1997).
Cara penurunan atau perilaku-perilaku faktor pembawa sifat menurun (gen) disebut pola-pola hereditas. Orang yang pertama kali mendalami pola-pola hereditas adalah Walter Stanborough Sutton (1903),ahli genetika berkebangsan Amerika Serikat (1877-1916). Sotton mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

1. Jumlah kromosom yang dikandung oleh sel-sel sperma maupun sel telur adalah sama, yaitu 
    masing-masing setengah dari jumlah kromosom yang dikandung oleh sel-sel tubuh.
2. Organisme baru sebagai hasil fertilisasi ovum oleh sperma mengandung dua perangkat kromosom
     pada setiap selnya seperti halnya sel tubuh induknya.
3. Dalam meiosis, kedua kromosom memisah secara bebas dan mengelompokan dengan kromosom
    lain yang bukan homolognya.
4. Bentuk dan identitas setiap kromosom adalah tetap walaupun mengalami mitosis dan meiosis serta
    setiap gen sebagai kesatuan faktorketurunan adalah mantap (Sudiatmodjo,1997).
Aglutinogen atau antigen adalah protein darah yang terdapat didalam eritrosit. Aglutinogen ada dua tipe, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinin adalah protein darah khusus untuk kedua tipe aglutinigen terdaat didalam plasma darah. Aglutinin dibedakan atas aglutinin adan aglutinin b (Sudjadi,2007).
Tranfusi darah adalah suatu proses peberian darah dari seseorang keorang lain. Dalam hal ini,orang yang bertindak sebagai pemberi disebut donor,sedangkan penerima disebut resipien. Dengan mengetahui golongan darah masing-masing maka peristiwa penggumpalan darah dalam proses tranfusi darah dapat dihindari. Dalam proses tranfusi seserang dapat  mendonorkan darahnya kepada resipien bergoongan darah sama. Namun pada kondisi tertentu seseorang bergolongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada resipien bergolongan darah apapun. Sebaliknya seorang resipien bergolongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongan. Dalam hal ini golongan darah O disebut sebagai donor universal,sedangkan golonga darah AB disebut sebagai resipien universal (Pratiwi,2007).
Menurut Suryo (1984) yang disebut kromosom ialah benda-benda halus berbentuk lurus seperti batang atau bengkok dan terdiri dari zat yang mdah mengikat zat warna di dalam nukleus. Istilah kromosom dipopulerkan oleh Waldeyer (1880). Kromosom mulai tampak ketika sel akan mmbelah dan selama proses pembelahan,serta akan tampak jelas pada stadium metafase karena kromosom berjajar di bidangpembelahan yang disebut ekuator (Pratiwi,2007).







III. METODE PERCOBAAN


A. Waktu dan Tempat
Percobaan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2013, pukul 13.00 WIB di Laboratorium Zoologi lanta 1 Universitas lampung.

B. Aat dan Bahan
Adapun alat yang diunakan dalam percobaan ini yatu gelas objek dan penutup dan jarum franke. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu serum berisi antibodi Anti A, Anti B, dan anti AB, dan darah dari praktikan.

C. Cara Kerja
1. Gunakan gelas obyek yang berbeda tandai masing-masing dengan A,B dan AB.
2. Sterilkan jarum franke dengan alkohol 70%
3. Dengan alkohol 70%  usapkan jari manis tangan kiri yang akan ditusuk kemudian dengan jarum
    franke tusuklah jari manis tangan kiri sehingga darahnya keluar.
4. Teteskan darah kemasing-masing gelas objek.
5. Teteskan serum antibodi A pada bagian A, serum antibodi B pada bagian B, dan serum antibodi
    AB pada bagian AB.
6. Aduklah cairan pada A,B,dan AB dengan hati-hati dengan menggunakan tusuk gigi yang
    berbeda dan bersih.
7. Setelah 1 menit amati gelas objek mana yang terjadi penggumpalan (aglutinasi). Bila terjadi
    penggumpalan, eritrosit akan menggumpal dan itulah yang menunjukan golongan darah.





IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Percobaan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut :
NO.
Nama Praktikan
Gol.darah
Macam alel homozigot
Macam Alel Heterozigot
1.
Lia Setiyani
AB
_
IA IB
2.
Florianus Diki
O
IO IO
_





B. Pembahasan
Berdasarkan data diatas dapat dibuat diagram persilangan antara golongan darah Lia Setiani dan Florianus Diki yang masing-masing bergolongan darah O dan AB.
P                    : AB     ><     O
Genotipe       : IA IB  ><  IOIO
Gamet           : IA       ><  IO
                        IB
F1                 : IAIO , IBIO
Maka presentase golongan darah adalah :
IAIO = 50% bergolongan darah A
IBIO = 50% bergolongan darah B
Jadi, anak-anaknya memiliki kemungkinan bergolongan darah A sebesar 50% dan bergolongan darah B sebesar 50%.
Berdasarkan percobaan golongan darah yang dipraktikan oleh Lia Setiani didapatkan hasil bahwa dia bergolongan darah O, ini dikarenakan darah tidak memiliki aglutin a dan b sehingga saat masing-masing sampel darah ditetesi anti A,anti B dan anti AB tidak terjadi penggumpalan.
Sedangkan berdasarkan percobaan golongan darah yang dipraktikan oleh Florianus Diki didapatkan hasil bahwa ia bergolongan darah AB ini dikarenakan darah mengandung aglutinogen A dan aglutinogen B sehingga saat masing-masing darah ditetesi anti A,anti B dan anti AB akan terjadi penggumpalan pada sampel A dan pada sampel B.
Transfusi Darah adalah proses pemindahan darah dari seseorang yang sehat (donor) ke orang sakit (respien). Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah.
Komponen penyusun darah terdiri dari plasma darah (cairan) dan sel-sel penyusun darah.
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula (sel-sel darah) yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

Berikut ini adalah penjelasan dari Kortiskula (sel-sel darah)
 
Sel darah merah / eritrosit. (sekitar 99% dari korpuskula)
*Berbentuk bulat gepeng, cekung (bikonkaf)
*Tidak punya inti sel
*Mengandung hemoglobin yang membuat darah berwarna merah
*Diproduksi di sumsum tulang pipih dan pipa

Eritrosit merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel lainnya. Dalam keadaan normal, jumlah eritrosit mencapai hampir separuh dari volume darah.
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi.
Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

Eritrosit dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati.Eritrosit mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah karena hemoglobin berwarna merah tua. Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen dipakai untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan kembali ke paru-paru. 

Sel darah putih / leukosit. (0,2% dari korpuskula)

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap.
Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.
 Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit.
Jumlah leukosit lebih sedikit, dengan perbandingan sekitar 1 sel darah putih untuk setiap 660 sel darah merah.

Terdapat 5 jenis utama dari sel darah putih yang bekerja sama untuk membangun mekanisme utama tubuh dalam melawan infeksi, termasuk menghasilkan antibodi, yaitu :
  
1. Neutrofil,juga disebut granulosit karena berisi enzim yang mengandung granul-granul, jumlahnya paling banyak. Neutrofil membantu melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan mencerna benda asing sisa-sisa peradangan. ada 2 jenis neutrofil, yaitu neutrofil berbentuk pita (imatur, belum matang) dan neutrofil bersegmen (matur, matang).

2. Limfosit,memiliki 2 jenis utama, yaitu limfosit t (memberikan perlindungan terhadap infeksi virus dan bisa menemukan dan merusak beberapa sel kanker) dan limfosit b (membentuk sel-sel yang menghasilkan antibodi atau sel plasma).

3. Monosit,mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme penyebab infeksi.

4. Eosinofil,membunuh parasit, merusak sel-sel kanker dan berperan dalam respon alergi.

5. Basofil,juga berperan dalam respon alergi.
  • bentuknya berubah-ubah
  • memiliki inti
  • tidak berwarna
  • diproduksi di sumsum merah tulang, kelenjar limfa, dan limpa
  • berfungsi melindungi tubuh dari bibit penyakit dengan cara memakan kuman dan menghasilkan zat antibodi
Keping darah / Platelet / trombosit. (0,6 - 1,0% dari korpuskula)

Trombosit merupakan partikel yang menyerupai sel, dengan ukuran lebih kecil daripada sel darah merah atau sel darah putih. Bentuk trombosit tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Trombosit diproduksi di sumsum merah, dan berperan penting pada proses pembekuan darah. Sebagai bagian dari mekanisme perlindungan darah untuk menghentikan perdarahan, trombosit berkumpul pada daerah yang mengalami perdarahan dan mengalami pengaktivan. Setelah mengalami pengaktivan, trombosit akan melekat satu sama lain dan menggumpal untuk membentuk sumbatan yang membantu menutup pembuluh darah dan menghentikan perdarahan. Pada saat yang sama, trombosit melepaskan bahan yang membantu mempermudah pembekuan.


Plasma darah
Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Sebagian besar plasma darah mengandung garam-garam terlarut dan protein. Protein utama dalam plasma adalah albumin. Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan. Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin. Di dalam plasma darah terkandung salah satu faktor pembeku darah, yaitu protombin dan fibrinogen. Plasma darah tanpa fibrinogen disebut serum.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :

    * albumin
    * bahan pembeku darah
    * immunoglobin (antibodi)
    * hormon
    * berbagai jenis protein
    * berbagai jenis garam

Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan.
Selain menyalurkan sel-sel darah, plasma juga:

    * merupakan cadangan air untuk tubuh
    * mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
    * membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
    * dan yang lebih penting, plasma menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat
       antibodi. 

Antibodi dalam plasma melindungi tubuh melawan bahan-bahan asing (misalnya virus, bakteri, jamur dan sel-sel kanker) ketika protein pembekuan mengendalikan perdarahan. Selain menyalurkan hormon dan mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.
Terdapat beberapa gangguan atau penyakit pada system peredaran darah. Gangguan ini bisa terjadi pada darah, jantung, pembuluh darah, atau tekanan darah.
1. Gangguan yang Berhubungan dengan Darah

a. Anemia
Anemia adalah keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin. Kadar Hb normal adalah 12 –16 % dari sel darah merah. Jumlah sel darah merah normal 5 juta/mm3. Pada penderita anemia, kadar Hb kurang dari normal.

b. Leukemia
Leukemia adalah pertumbuhan sel-sel darah putih yang tidak normal. Jaringan yang seharusnya membentuk sel darah merah justru membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya, jumlah sel darah putih melebihi normal sedangkan jumlah sel darah merah menurun. Leukemia disebut juga kanker darah. Banyaknya sel darah putih ini, menyebabkan sel darah putih menjadi “ganas’’. Sel darah putih ini dapat memakan sel-sel darah merah sehingga penderita dapat mengalami anemia akut.

c. Thalasemia
Penyakit keturunan di mana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah. Akibatnya penderita mengalami anemia.

d. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)
Penyakit AIDS disebabkan oleh virus, yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sel darah putih manusia.  Pada pengidap penyakit AIDS, sel darah putihnya lebih cepat mati dan tidak berfungsi. Hal tersebut terjadi karena penyakit AIDS merupakan penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh tidak berfungsi. Jika terkena infeksi atau suatu penyakit yang ringan sekalipun, sistem kekebalan tubuhnya tidak akan bekerja. Akhirnya penderita dapat mengalami kematian.
2. Gangguan yang Berhubungan dengan Jantung dan Pembuluh Darah

a. Penyakit Jantung
Gangguan jantung merupakan gangguan kerja jantung dalam memompa darah. Penyebabnya, antara lain kelebihan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menyumbat pembuluh nadi sehingga menghambat aliran darah. Penyebab lain adalah kegemukan (obesitas). Tubuh orang gemuk memiliki banyak lemak dan darahnya banyak mengandung kolesterol sehingga rawan penyumbatan pembuluh darah. Oleh sebab itu, kerja jantung menjadi lebih berat dalam memompa darah. Pada kasus gagal jantung terjadi penurunan kerja atau kontraksi jantung. Akibatnya, volume darah dalam jaringan tubuh kurang karena jantung tidak bisa memompa darah dalam jumlah yang semestinya. Gejala umum orang yang berpenyakit jantung adalah nyeri di bagian dada, sesak, dan cepat lelah.

b. Tekanan Darah Rendah
Penderita kelainan ini memiliki tekanan darahnya berada di bawah normal. Pengembalian darah ke jantung berkurang akibat kerja jantung menurun. Penyebabnya, antara lain perubahan posisi tubuh dari jongkok menjadi berdiri. Saat jongkok darah tertimbun di pembuluh balik pada kaki sehingga pengembalian darah ke jantung lambat. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh berkurangnya volume darah akibat pendarahan atau muntaber. Gejala yang biasa timbul adalah pusing, lesu, penglihatan berkunang-kunang, dan sering pingsan.

c. Tekanan Darah Tinggi
Gejala penyakit ini adalah tekanan darah di atas normal. Jantung penderita bekerja lebih keras bahkan dapat memecahkan pembuluh darah. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun diduga berhubungan dengan kelebihan kolesterol yang mengakibatkan menyempitnya pembuluh nadi. Penyebab lain adalah faktor keturunan, stres, usia, kebiasan merokok, dan minuman beralkohol.

d. Varises
Gejala varises berupa pembuluh balik yang melebar atau berkelok-kelok terutama pada kaki. Penyebabnya adalah kaki terlalu berat menahan beban misalnya karena hamil atau terlalu lama berdiri. Varises yang terjadi di daerah anus dinamakan ambeien.

V. KESIMPULAN


Dari hasil percobaan yang telah dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Kemungkinan genotipe yang muncul pada golongan darah menguji kemungkinan golongan darah
    pada anak dari hasul perkawinan kedua orang tua.
2. Perkawinan antara orang tua bergolongan darah AB dengan golongan darah O menghasilkan
    presentase golongan darah pada anak masing – masing 50% pada golongan darah A dan 50% pada
    golongan darah B.
3. Penggolongan darah sistem ABO disusun berdasarkan ada tidaknya molekul aglutinogen an
    aglutinin. Darah manusia dibedakan atas golongan darah A,B,AB dan O.
4. Penggolongan darah pada alel ditentukan oleh tiga macam alel yaitu IA,IB,dan IO. Alel tersebut
    ada yang bergenotipe homozigot dan ada yang bergenotipe heterozigot.
5. Dalam tranfusi darah golongan darah o disebut donor universal sedangkan golongan darah AB
    disebut resipien universal.
6. Darah merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari plasma darah dan sel darah.
7. Gangguan dan kelainan pada sistem peredaran darah dapat menimblkan terganggunya fungsi tubuh
    lainnya dan dapat berakibat kematian.
8. Manfaat mengetahui golongan darah yaitu dapat berguna untuk keperluan tranfusi darah,
    mengetahui silsilah keluarga dan dapat pula memperkirakan golongan darah keturunan dari
    perkawinan kedua orang tua.


DAFTAR PUSTAKA
Pratiwi,D.A.,Maryati,S.,dkk. 2007. Biologi SMU Jilid 3 untuk kelas XII.                  
          Erlangga. Jakarta.
Sudiatmodjo,Slamet. 1997. Biologi Modern. PAS. Jakarta.
Sudjadi,Bagad. Laila,S. 2007. Biologi 2.Yudistira. Jakarta.

0 komentar:

Posting Komentar