Jumat, 19 April 2013

Laporan Alat Laboraturium dan Beberapa Teknik Laboraturium



PENGENALAN ALAT LABORATORIUM DAN BEBERAPA TEKNIK LABORATORIUM





Oleh
Jean Pitaloka
1217011033






JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013





Judul percobaan             : Pengenalan alat laboratorium dan beberapa teknik laboratorium

Tempat percobaan         : Laboratorium Kimia Dasar

Tanggal percobaan         : 18 Oktober 2012

Nama                                : Jean Pitaloka

NPM                                  : 1217011033

Jurusan                             : Kimia

Fakultas                            : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kelompok                         : 1 (satu)






                                                                                                    Bandar Lampung, 18 Oktober 2012
                                                                                                                           Mengetahui
    Asisten


Hapin Afriyani
1017011008







I.                  PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang



Laboratorium merupakan tempat utama dimana ilmu kimia dikembangkan. Laboratorium juga merupakan suatu tempat dimana mahasiswa atau praktikan melakukan percobaan. Dalam melaksanakan pekerjaan dilaboratorium, biasanya para praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran. Dalam hal ini, maka praktikan harus mengenal peralatan-peralatan yang ada di laboratorium agar dapat melakukan perhitungan dan pengukuran.

Kita harus memperhatikan alat-alat laboratorium yang kita gunakan, karena alat-alat tersebut memiliki skala yang berbeda-beda, dan tentu saja memiliiki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut maka akan semakin besar tingkat ketelitiannya. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana menggunakan dan cara agar dapat membaca skala itu itu sendiri. Pengenalan alat sangatlah penting, pengenalan penggunaan alat-alat tersebut sangat penting agar pekerjaan dalam laboratorium dapat berjalan dengan baik. Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat, oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum dilaboratorium kimia.





1.2     Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :

1.      Mengenal beberapa alat laboratorium untuk pengukuran volume zat cair

2.      Membandingkan ketepatan (akurasi) alat ukur volume zat cair


II.               TINJAUAN PUSTAKA



Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter, seperti thermometer, hygrometer, spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph, barograph. Dari uraian tersebut, tersirat bahwa nama pada alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan (Anonim, 2008).



Peralatan dasar laboratorium
1. Gelas Kimia
Berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200°C.
2. Gelas Ukur
Gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas.
3. Pipet  
Alat yang digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas.
4. Buret
Berupa tabung kaca bergaris dan memilii kran diujungnya.
5. Tabung reaksi
Tabung yang dilengkapi dengan tutup.  Terbuat dari borosilikat panas dan tediri dari berbagai ukuran.
6. Kaca arloji  
Terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran dan diameter.
7. Corong
Terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai.
8. Spatula  
Berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.
9. Labu Erlenmeyer
Gelas yang diameternya semakin keatas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 l.
10. Batang pengaduk
Terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan didalam gelas kimia (Day, 1998).



Teknik Dasar dilaboratorium

1.   Cara memanaskan cairan

Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih kedalam gelas kimia.

2.   Penambahan cairan dalam tabung reaksi

Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain. Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung tabung. Posisi tabung ketika dipanaskan agak miring, aduk dan sesekali kocok.

3.   Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu erlenmeyer

Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyang-goyangkan perlahan sesekali diangkat bila mendidih.

4.   Cara membaca volume pada gelas ukur

Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan.

5.   Cara menghirup bau zat

Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung, gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung.

6.   Cara menggunakan neraca analitis

-                    Nolkan terlebih dahulu neraca tersebut.

-                Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan.

-                    Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca.

-                    Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut (sumardjo, 2010).





Ilmu kimia sangat bergantung pada pengukuran. Sebagai contoh, kimiawan menggunakan pengukuran untuk membandingkan sifat dari berbagai zat dan untuk mempelajari perubahan yang terjadi dalam suatu percobaan. Peralatan laboratorium yang biasa digunakan untuk pengukuran yaitu buret, pipet, tabung volumetrik, labu ukur untuk mengukur volume, timbangan untuk mengukur massa, dan termometer untuk mengukur suhu.

Alat-alat ini dapat mengukur sifat-sifat mkroskopik yang dapat ditentukan secara langsung. Sifat-sifat makroskopik yaitu pada tingkat atom harus ditentukan dengan metode tidak langsung (chang, 2005).


III. METODE PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu ukur 50 ml, gelas ukur volume 100 ml, gelas kimia volume 100 ml, gelas piala volume 100 ml dan pipet tetes.
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah aquades dan tisu.

3.2 Diagram Alir 


Gelas ukur, gelas kimia, gelas piala dan 3 buah labu takar
                 |  Disiapkan peralatan tersebut


Gelas ukur, gelas kimia, dan gelas piala
                 | Diisi dengan aquades sampai 


Gelas ukur, gelas kimia, dan gelas piala yang telah diisi aquades
                 | 

3 buah labu takar 50 ml

                    | Disiapkan dan diberi tanda A, B, dan C


Labu takar A
                 | Dituangkan aquades dari gelas





Labu takar B
                 | Dituangkan aquades dari gelas piala

Labu takar C

                     | Dituangkan aquades dalam 
Labu takar A, B, dan C

                 | Diamati dan dibandingkan tingkat akurasinya
Hasil




IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan

 Dari praktikum yang telah dilakukan, diperoleh data hasil pengamatan sebagai berikut :
No
Nama Alat
Akurasi
Keterangan
1
Gelas Piala
Akurat
Tepat pada tanda batas
2
Gelas Kimia
Kurang akurat
Melebihi tanda batas
3
Gelas Ukur
Sangat kurang akurat
Kurang dari tanda batas


4.2.  Pembahasan

Dari tabel hasil pengamatan diperoleh data tingkat akurasi alat ukur volume zat cair yaitu pada tingkat akurasi pertama gelas piala, kedua gelas kimia, dan yang ketiga adalah gelas ukur.
Pada gelas piala dapat dikatakan akurat karena tepat pada tanda batas labu ukur. Pada gelas kimia dikatakan kurang akurat karena melebihi tanda batas labu ukur dan pada gelas ukur dikatakan sangat kurang akurat karena zat cair yang dimasukkan kedalam labu ukur dari gelas ukur kurang dari tanda batas. Data yang didapatkan sangat berbeda dari hipotesa. Saat sebelum praktikum diperoleh hipotesa bahwa gelas ukur adalah alat ukur volume zat cair yang paling akurat, kemudian gelas kimia dan yang terakhir adalah gelas piala (erlenmeyer), akan tetapi setelah dilakukan praktikum, didapatkan hasil yang sebaliknya.



V. KESIMPULAN


Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Beberapa alat laboratorium yang biasa digunakan untuk pengukuran volume zat cair yaitu gelas ukur, gelas kimia, gelas piala, dan labu takar.
2. Tingkat ketepatan alat ukur volume zat cair yaitu gelas piala (akurat), gelas kimia (kurang akurat), dan gelas ukur (sangat kurang akurat).
3. Data yang didapatkan berbanding terbalik dari hipotesa, hal ini dikarenakan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pengukuran volume zat cair tersebut.
4. Dalam melakukan pengukuran volume zat cair, kita harus berhati-hati dan teliti, terutama pada saat menuangkan zat cair kedalam alat ukur yang digunakan. Kebersihan alat juga harus diperhatikan karena mempengaruhi hasil pengukuran.

 
DAFTAR PUSTAKA


Day. R.A. Jr and A.L. Underwood. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi revisi, terjemahan R.Soendoro, dkk. Jakarta: Erlangga
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Jilid 1 Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga
Sumardjo, Darmin. 2009. Pengantar Kimia. Jakarta: EGC
Tim Kimia. 2012. Penuntun Praktikum Sains Dasar Kimia. Universitas Lampung: Lampung


0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer